pahlawan ( PR_2A )


Pahlawan itu unik. Tidak perlu modalpun kita bisa menjadi pahlawan. Contohnya orang yang memudahkan urusan orang lain seperti, meminjamkan pulpen bila teman kita tidak memilik pulpen dll. Dalam islam, jika kita memudahkan urusan orang lain maka urusan kita akan dimudahkan oleh Allah swt. Jadi, untuk menjadi pahlawan cukup mudah kan ?. Dan jika orang lain melihat perilaku baik kita, dan orang lain meniru perilaku baik kita, maka kita akan mendapatkan pahala yang besar karena mencontohkan

hal yang baik.

Yang diatas merupakan pahlawan yang tidak terkenal, namun efeknya besar bagi orang lain.

Kalau seperti Pahlawan Nasional Indonesia itu beda lagi. Kita perlu pengorbanan yang cukup besar demi mempertahankan dan melindungi tanah air tercinta. Kita juga bertaruh nyawa di medan perang. Kita bisa mati di medan perang. Nyawa para pahlawan hilang ditembak musuh. Tapi, itu tidak sia-sia. Itu semua demi melindungi kita semua, rakyat Indonesia. Jadi, pahlawan kita wafat dengan mulia.

Pahlawan idola saya adalah Ibu, Jenderal soediraman dan Rasulullah SAW. Ibu saya telah mengandung saya 9 bulan dan itu perlu perjuangan yang besar demi merawat saya sampai waktu kelahiran tiba. Dan saat saya lahir, ia merawat saya dengan penuh kasih sayang. Jenderal Soedirman yang terserang penyakit di paru-parunya, namuntetap berjuang demi mempertahankan negeri terccinta, INDONESIA. Rasulullah SAW yang berjuang dengaan berdakwah demi menegakkan kebenaran hingga puluhan tahun demi memberi jalan yang cerah dan benar untuk menjalankan perintah Allah SWT dan menjauh dari larangannya.

Jadi, maukah anda menjadi pahlawan ?.

“Ubi ‘Demam'” di Penghujung Malam (Bina Iman Dan Takwa)


Alhamdulillah setelah perbincangan dengan guru-guru tentang menghidupkan kembali mabit bersama antara guru Dan siswa, akhirnya jumat malam kemarin (sabtu pagi 29 November 2014), terlaksana juga..
Memang belum banyak yang bisa berpartisipasi. Yang pasti insyaAllah peserta tetap (siswa Dan guru asrama) menyambut baik kebersamaan ini.
***
Malam hampir berlalu saat Afdal, Ihda, Kabul, Faisal, Insan, dan Farid berkutat di Lab IPA bawah (begitu kami menyebutnya, karena lab yang satunya berada di gedung sekolah lantai 2) ditemani ustzh Ulfi Dan ustzh Uci.
Semua yang masih terjaga sedang menyiapkan ‘demam ubi’.
Tidak sebegitunya, siih.. Yang saya lihat berkilo umbi manis sedang dipersiapkan = dibersihkan untuk direbus bersama dalam panci agak raksasa.

Ini dia hasilnya..
Pagi yang sejuk Dan cerah ditemani suguhan ubi ‘demam’*

*saya istilahkan demikian karena saat diletakkan punggung tangan saya, ubi ubi itu bersuhu hangat seperti kening saat demam melanda :)

Kemeja Batik untuk Dua Sahabat (Balada Kostum Tim Padus II)


Wisuda (3)Di beberapa tahun sebelumnya…

 

Paduan suara disepakati memang memerlukan kostum khusus. Selalu menjadi nomer ke sekian jika disejajarkan dengan latihan menyanyi.

Beberapa tahun yang lalu tragedi kostum Tim Paduan Suara pernah juga terjadi. Kostum yang disiapkan (baca: dibeli) oleh penanggung jawab -tanpa melibatkan/membawa siswa-siswa tim padus- tidak sesuai antara ukuran dan jumlahnya. Beberapa kemeja batik yang dibeli tidak dapat digunakan karena ukuran yang terlalu kecil.

Waktu yang sudah berangsur malam menyebabkan kami tidak memiliki kesempatan untuk menukarnya dengan ukuran yang tepat ke toko yang saat itu pastinya sudah tutup jika kami ke sana. (padahal esok hari adalah hari-H wisuda siswa kami = saatnya tampil)

Tak dinyana serius tidak serius, dua orang siswa -yang bersahabat dekat dan terpaksa diputuskan menggunakan kostum yang berbeda dengan teman-temannya dalam tim- memutuskan untuk ‘mutung’ alias ‘merajuk’ dan kemungkinan mogok tampil. Keduanya menolak untuk menggunakan kostum yang berbeda maupun menggunakan kostum yang terlalu kecil bagi mereka.

“Waaahh… bagaimana mungkin?? acara tinggal besok…..!!!”

Keduanya sulit untuk dibujuk..

Esok hari saat pagi menjelang.. saya dan rekan saya (penanggung jawab) sudah pasrah..

Kami hanya bisa berharap ada keajaiban.

Subhanallah.. dua orang siswa yang berpostur mirip dengan dua sahabat tadi memutuskan untuk mengalah. Mereka memberikan kostumnya kepada duo sahabat tersebut.. Walau harus ‘agak menarik perhatian’, mereka tetap semangat menjalani tugasnya..

Menyanyi.. dan menyanyi…

Terima kasih atas pengorbananmu…

“PAHLAWAN” oleh: Ahmad Roni Erlangga (2B)


Pahlawan menurutku adalah seseorang yang berani mengorbankan diri untuk kejayaan bangsa dan negeri, serta tidak pernah mementingkan diri sendiri.

Pahlawan adalah seseorang yang berjuang bukan untuk jabatan, bukan untuk kekuasaan, tetapi untuk kebenaran.

Seorang pahlawan harus memiliki sifat bijaksana, dikenal oleh warga, pandai dalam berbicara dan bisa membangkitkan semangat paara pemuda bangsa.

Pahlawan bagaikan sebuah lilin harapan yang menyala di tengah kegelapan. Ketika lilin itu mati maka tiadalah harapan.. dan ketika lilin itu menyala maka masih ada harapan, sama seperti pahlawan. Jika pahlawan tidak ada maka akan terjadi kesusahan, kesengsaraan yang akan berlanjut hingga ke masa depan. kita bisa merasakan ketenangan berkat adanya pahlawan.

***

Pahlawan idolaku adalah Ir. Soekarno. Soekarno merupakan seseorang yang memiliki ciri-ciri seperti di atas. Aku kagum dengan Soekarno, hanya dengan kata-katanya ia mampu membangkitkan semangat bangsa. Soekarno berani melakukan apa saja demi kemerdekaan bangsa walaupun ia harus mendapatkan suatu hukuman.

Aku ingin menjadi seperti Soekarno yang akan membuat Indonesia ditakuti oleh negara luar dan menjadikan Indonesia menguasai dunia di masa mendatang.

 

Menjalin Dasi Kupu-kupu untuk Wisuda Sang Kakak (Balada Kostum Tim Padus II)


Seputar latihan paduan suara angkatan ini memang seru -bersama Bu Desi guru kesenian dari sekolah tetangga- mungkin bisa menjadi satu posting tersendiri. insyaAllah.

Dimulai dengan ‘screening’ suara, pemilihan operator keyboard, penunjukkan dirigen, memanfaatkan waktu rehat*, ada juga sesi santai bersama pelatih sambil cerita-cerita tentang keberangkatan ke Spanyol di bulan berikutnya.

== sempat juga tim padus ini meminta Bu Desi untuk menyanyikan lagu yang akan dibawakan saat kompetisi internasional beliau yang berbahasa Spanyol.

Memang tidak dimengerti.. yang kami tahu adalah.. itu KWERRREEENNN…..!!!”  :)

*** kembali ke topik

Tahun ini (2014) Tim Paduan Suara terdiri dari siswa-siswa termuda sekolah kami. Mereka angkatan 10.

Kisah tentang kostum angkatan ini dimulai dengan diketahui adanya kostum paduan suara angkatan sebelumnya. Ada 18 kostum/kemeja batik bercorak sederhana dengan perpaduan warna hitam dan hijau daun.

Alakulihal.. tim padus kami terdiri dari 19 penyanyi, 1 dirigen, dan 1 orang operator keyboard. Dua individu yang disebutkan terakhir menggunakan kostum yang berbeda. Keduanya menggunakan jas dan kemeja putih plus dasi dan teman-temannya.

Jadilah 2 orang masih menunggu..

===

Setelah berputar-putar di Pasar Parung dan sekitarnya untuk mencarikan kostum alternatif, kami akhirnya terpaksa ‘berputus asa’ dan memutuskan untuk pulang. (H-2)

Singkat cerita, di malam berikutnya… (H-1)

Gladi bersih masih berlangsung ketika saya dan ustzh Retno guru Bindo datang kembali ke sekolah setelah sebelumnya pulang untuk beristirahat sejenak, dll.

Saya sudah membawa seperangkat alat jahit dan beberapa helai bahan sisa yang nantinya akan saya tawarkan kepada Devon, Reza, dan Iqbal untuk digunakan membuat dasi kupu-kupu.

Bahan yang saya bawa disesuaikan dengan kostum batik yang sudah ada. Bahan mirip santung warna hijau daun dan bahan bermotif mozaik putih hijau daun dengan tekstur seperti kain sweater (agak tebal dan lembut)

“Yang ini aja..”, pilih Reza dan Devon.

Singkaaat.. cerita…. jadilah dasi kupu-kupu berikut ini….

image

image

image

Persiapan tim paduan suara angkatan 10

Persiapan diri untuk penampilan  dari Tim Paduan Suara angkatan 10 untuk wisuda oleh angkatan 6 SMART Ekselensia Indonesia

 

Arti pahlawan (Oleh: Muhamad Fahmi Ammar, 2A)


Kita itu dilahirkan untuk menjadi pemimpin bangsa, agama dan Pemimpin diri sendiri. Bila kita tak bisa memimpin diri sendiri, berarti kita dilahirkan BUKAN jadi pemimpin. Seorang Pemimpin itu bertanggung jawab atas apa yang dipimpinya. Apabila tidak dipertanggungjawabkan, berarti orang itu dilahirkan bukan jadi pemimpin, melainkan orang yang diibaratkan lebih rendah dari sampah. Pepatah pernah berkata :

“orang yang melanggar peraturan itu dianggap sampah. Dan apabila orang yang mengabaikan temannya itu dianggap lebihrendah dari sampah.”

Dan pahlawan itu adalah seorang yang memimpin dan memperjuangkan sutatu hal yang mengorbankan segalanya demi rakyat atau bawahannya hidup sejahtera. Pahlawan itu mengorabankan harta, nyawa, jati diri, dan lain-lain.

 

Pahlawanku ( rizky maulana )


pahlawan itu adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Aku mempunyai pahalawan kelahiran korsica dan menjadi kaisar francis setelah revolusi francis pada tanggal dari tahun 1789 sampai 1799. Dia bernama napoleon bonaparte yang lahir pada tanggal 15 agustus 1769. Napoleon anak ke dua dari tujuh bersaudara di kota ajaccio. Ia lahir dengan nama Napoleone di Bounaparte, namun ia mengubah namanya menjadi Napoléon Bonaparte yang lebih berbau Perancis. Dia mengikuti sekolah militer Brienne-le-Château. tahun 1779 pada usia 10 tahun. Napoleon berakselerasi karna kecerdasannya menamatkan sekolah militer di usia 15 tahun. Napoleon menikahi seorang janda bernama Joséphine de Beauharnais. Dalam organisasi militer, Napoleon mengenalkan istilah korps, yang terdiri atas kumpulan divisi. Pada masa kejayaannya, Napoleon Bonaparte menguasai hampir seluruh dataran Eropa baik dengan diplomasi maupun peperangan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 283 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: