Tim Ensemble SMART Ekselensia Indonesia

wisuda SINEMA - agkatan 6 SMART EI , Tim Ensemble ..
Standar

Tim Ensemble SMART Ekselensia Indonesia awalnya dinamakan Tim arumba (alunan rumpun bambu) plus tum degung yang diawaki oleh angkatan 3 (Gen3sis) Dan angkatan 4 (Sek4wan). Seingat saya, Tim INI tampil di wisuda angkatan pertama (Expert) – 2009, dan angkatan kedua (SenSEI)-2010.

Lanjutkan membaca

Lagu kenangan Angkatan 6 SMART Ekselensia Indonesia + mp3 link

wisuda angkatan 6 smart ekselensia indonesia
Standar

Karya: Muhammad Ridho (siswa angkatan 6, asal daerah: Medan)
=== dinyanyikan saat wisuda 21 Juni 2014 bersama seluruh wisudawan angk. 6
Dalam momen istimewa.. 1 Dekade (10 tahun) SMART Ekselensia Indonesia

Lanjutkan membaca

Tweet Edisi mendampingi siswa-siswa hebat peserta OSN tingkat Provinsi Jawa Barat alias OSP. (perwakilan Kabupaten Bogor) -> 16 – 19 April 2014

Blp4YkACAAAoYo-
Standar

Lanjutkan membaca

Petualangan di Negeri Biologi

Standar

Sudah hampir jam 12 di hari Jum’at, saya mewakili teman2 guru lain masuk ke lab IPA untuk mengingatkan -Kiki dan Fatqur yang masih pening meghadapi soal-soal Olimpiade sains biologi SMA- berangkat ke Masjid. Di depan mereka duduk seorang guru tamu yang khususdidatangkan karena kapasistasnya dalam bidang dimaksud.

Kata kapasitas ini yang mengantarkan saya masuk dalam petualangan di negeri yang sebenarnya tidak terlalu asing bagi saya.

Kebersamaan yang dimulai sejak ‘pengusiran setengah paksa’ kedua siswa saya tadi mengembalikan atmosfer pembelajaran dunia makhluk hidup selain kita, sang manusia..

==

Selama ini saya memahami biologi sebagai dunia pembelajaran makhluk hidup

Bersambung….

Ringkasan Materi Akuntansi SMA: “AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG – JURNAL KHUSUS DAN JURNAL UMUM”

Standar

Di saat harus ‘kembali berpisah’ dengan siswa-siswa saya, ini materi terakhir yang bisa saya siapkan.

May Allah always bless you..

WISH YOU ALL THE BEST!!!

AND..

Terima kasih untuk segalanya..

===

JURNAL YANG DIGUNAKAN PADA PERUSAHAAN DAGANG

Pada dasarnya setiap transaksi baik perusahaan jasa maupun perusahaan dagang akan melalui tahapan siklus akuntansi yang sama, yaitu penjurnalan (membuat jurnal).

Jurnal yang dibuat pada perusahaan dagang juga menggunakan prinsip penjurnalan seperti perusahaan jasa yaitu membuat jurnal umum. Namun, karena pertimbangan banyaknya transaksi yang serupa maka transaksi-transaksi tersebut dikelompokkan menjadi beberapa jurnal khusus (4 jurnal khusus) ditambah 1 jurnal umum yang mencatat transaksi yang tidak tergolong dalam 4 jurnal khusus yang ada.
Pada umumnya, perusahaan dagang menggunakan 5 jenis jurnal, yaitu:

1. JURNAL PENERIMAAN KAS

Jurnal penerimaan Kas → untuk mencatat segala penerimaan/pemasukkan kas (uang) perusahaan.
Contoh transaksi yang dicatat dalam jurnal ini antara lain:

- penerimaan piutang dagang

- penjualan (barang dagangan) tunai

- bagi hasil bank, dll

2. JURNAL PENGELUARAN KAS
Jurnal Pengeluaran Kas → untuk mencatat segala pengeluaran kas (uang) perusahaan.
Contoh transaksi yang dicatat dalam jurnal ini antara lain:

- pembayaran utang dagang

- pembelian (barang dagangan) tunai

- pembelian perlengkapan/peralatan secara tunai

- pembayaran gaji dan beban lainnya

- pembayaran beban dibayar di muka

3. JURNAL PEMBELIAN

Jurnal Pembelian → untuk mencatat transaksi:
– pembelian barang dagangan

- pembelian aktiva lainnya (perlengkapan/peralatan, dll) secara kredit
→ transaksi ini biasanya ditandai dengan adanya syarat pembayaran, misalnya: 2/10, n/30 yang artinya jika pembayaran utang dagang dilakukan kurang dari atau sama dengan 10 hari dari tanggal transaksi, maka perusahaan akan mendapat potongan pembelian sebesar 2%; sedangkan batas akhir pembayarannya sampai dengan 30 hari sejak tanggal transaksi.

4. JURNAL PENJUALAN
Jurnal Penjualan → untuk mencatat transaksi:
– penjualan barang dagangan kredit

- penjualan aktiva lainnya – karena sebab tertentu (perlengkapan/peralatan, dll) secara kredit
→ transaksi ini biasanya ditandai dengan adanya syarat pembayaran, misalnya: 2/10, n/30 yang artinya jika penerimaan/pembayaran piutang dilakukan kurang dari atau sama dengan 10 hari dari tanggal transaksi, maka perusahaan akan mendapat potongan penjualan sebesar 2%; sedangkan batas akhir pembayarannya sampai dengan 30 hari sejak tanggal transaksi.

5. JURNAL UMUM

Jurnal Umum → untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus.
Contoh transaksi yang dicatat di jurnal umum perusahaan dagang antara lain:

- retur penjualan (menambah akun retur penjualan(D) dan mengurangi piutang dagang(K)) = tidak berkaitan dengan kas dan bukan transaksi penjualan atau pembelian kredit

- retur pembelian (mengurangi utang dagang (D) dan menambah akun retur pembelian (K))

- investasi dalam bentuk aktiva selain kas (misalnya peralatan atau kendaraan) – maka pengaruhnya peralatan/kendaraan bertambah (D) dan modal juga bertambah (K)

- dll yang tidak terkait jurnal-jurnal khusus

 

Dalam setiap tabel jurnal khusus memiliki unsur yang lebih kurang sama dengan jurnal umum. Hanya saja, posisi debit dan kredit diisi dengan nama-nama akun yang sering ada dalam kelompok transaksi masing-masing jurnal khusus tersebut.

(Lebih lanjut tentang bentuk dan cara pencatatan transaksi di masing-masing jurnal akan dibahas pada bagian berikutnya)

 

 

Ringkasan Materi Akuntansi SMA: “Saldo Normal Akun Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang”

Standar

KELOMPOK AKUN

( + )

 

(SALDO NORMAL)

Bertambah (+)

(- )

PERUSAHAAN JASA

PERUSAHAAN DAGANG

 

Berkurang (-)

HARTA

Harta Lancar

1.1.1 Kas

1.1.2 Piutang dagang

1.1.3 Sewa dibayar di muka

1.1.4 Iklan dibayar di muka,dll

1.1.5 Piutang pinjaman

karyawan

1.1.4 Perlengkapan

1.1.5 Persediaan barang dagangan

 

1.2 Harta Tetap

1.2.1 Peralatan

1.2.1A Akm. Penyusutan peralatan*

1.2.2 Kendaraan

1.2.2A Akm. Penyusutan kendaraan*

1.2.3 Bangunan/gedung

1.2.3A Akm. Penyusutan gedung*

 

Catatan:

** akumulasi penyusutan mengurangi nilai buku dari harta tetap, sehingga saldo normalnya berkebalikan dengan saldo normal harta

1. HARTA

1.1. Harta Lancar

1.1.1 Kas

1.1.2 Piutang dagang

1.1.3 Sewa dibayar di muka

1.1.4 Iklan dibayar di muka, dll

1.1.5 Piutang pinjaman

karyawan

1.1.4 Perlengkapan

1.1.5 Persediaan barang dagangan

 

1.2 Harta Tetap

1.2.1 Peralatan

1.2.1A Akm. Penyusutan peralatan**

1.2.2 Kendaraan

1.2.2A Akm. Penyusutan kendaraan**

1.2.3 Bangunan/gedung

1.2.3A Akm. Penyusutan gedung**

 

Catatan:

* akun PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN hanya digunakan untuk mencatat jumlah (Rp) persediaan barang dagangan, tidak termasuk perlengkapan atau pun peralatan

** akumulasi penyusutan mengurangi nilai buku dari harta tetap, sehingga saldo normalnya berkebalikan dengan saldo normal harta

D

 

 

 

 

 

 

K

 

K

 

K

 

K

 

 

 

 

 

 

D

 

D

 

D

2. UTANG

2.1. Utang Lancar/jangka pendek

2.1.1. Utang usaha

2.1.2. Beban….. terutang/ yang masih harus dihayar

2.1.3. Uang muka pesanan

 

2.2. Utang jangka panjang

2..2.1. Utang Obligasi

2.2.2. Utang Hipotek

2.2.3. Utang bank

2. UTANG

2.1. Utang Lancar/jangka pendek

2.1.1. Utang usaha

2.1.2. Beban….. terutang/ yang masih harus dihayar

2.1.3. Uang muka pesanan

 

2.2. Utang jangka panjang

2..2.1. Utang Obligasi

2.2.2. Utang Hipotek

2.2.3. Utang bank

K

D

3. MODAL

3.1.1. Modal perorangan (cth: modal Tn. Yanto)

3.2.1 Saham

 

3.3.1. PRIVE

 

Catatan:

prive mengurangi modal, jadi saldo normalnya berkebalikan dengan MODAL

3. MODAL

3.1.1. Modal perorangan (cth: modal Tn. Yanto)

3.2.1 Saham

 

3.3.1. PRIVE

 

Catatan:

PRIVEmengurangi modal, jadi saldo normalnya berkebalikan dengan MODAL

K

 

 

D

D

 

 

K

4.1.1. PENDAPATAN

4.1.1. PENJUALAN*

 

 

4.2.1 Potongan & Retur penjualan*

 

Catatan:

*Akun penjualan hanya digunakan untuk mencatat penjualan BARANG DAGANGAN (jadi tidak termasuk perlengkapan maupun peralatan)

 

** Potongan dan retur penjualan mengurangi pendapatan atas penjualan barang dagangan, sehingga saldonya berkebalikan dengan penjualan

K

 

D

 

 

D

 

K

 

 

5. BEBAN

5.1. Beban Operasional

5.1.1. Beban sewa toko

5.1.2. Beban iklan

5.1.3. Beban listik, air, dan telepom

dll

5.2. Beban Non Operasional

5.2.1. Beban bunga

5.2.2. Beban kerugian penjualan aktiva

dll

 

5. PEMBELIAN

5.1.1. Pembelian*

 

5.2.1. Beban angkut pembelian**

 

 

5.3.1. Potongan dan retur pembelian***

 

Catatan:

*Akun PEMBELIAN hanya digunakan untuk mencatat pembelian BARANG DAGANGAN (jadi tidak termasuk perlengkapan maupun peralatan)

D

D

 

K

K

K

 

D

 

6. BEBAN

6.1. Beban Operasional

6.1.1. Beban angkut penjualan

6.1.2. Beban sewa toko

6.1.3. Beban iklan

6.1.4. Beban listik, air, dan telepom

dll

6.2. Beban Non Operasional

6.2.1. Beban bunga

6.2.2. Beban kerugian penjualan aktiva

dll

 

D

K

Refleksi Pembelajaran Akuntansi: “Persiapan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Keluarga untuk Ibu Rumah Tangga Sekitar SMART Ekselensia Indonesia”

Standar

Prolog:

Pelatihan Pengelolaan Keuangan Keluarga diadakan oleh siswa kelas XI IPS SMART Ekselensia Indonesia sebagai bagian dari proyek implementas pembelajaran akuntansi dalam dunia nyata di masyarakat.

Kali ini Proyek AKuntansi Berbagi ini ditujukan untuk Ibu Rumah Tangga di sekitar sekolah.

Harapan dari penyelenggaraan proyek ini adalah:

- memberikan pengalaman menyelenggarakan acara kepada siswa

- mendekatkan siswa dengan masyarakat

- memberi pengetahuan dan keterampilan pengelolaan keuangan keluarga untuk masyarakat (IRT) dan siswa penyelenggara sendiri (untuk di kemudian hari)

INi bagian kisahnya…

DSC05355

===

Sebelum undangan disebarkan, kami berkoordinasi dan saya memberikan arahan pembagian wilayah masing-masing kelompok (berdasarkan RT) serta mengingatkan apa saja perlengkapan yang harus dibawa dan bagaimana cara penyampaian undangan kepada warga.

Perlengkapan yang harus dibawa antara lain:

1. lembar wawancara

2. undangan

3. souvenir

DSC06178

4. goody bag

DSC06772

Awalnya saya berpikir untuk melepas siswa menyebar undangan ke warga. Namun, pada akhirnya saya memutuskan untuk menyusul mereka.

Matahari begitu berniat mencerahkan hari ini. Saya bergegas menuju lokasi. Setelah bertanya kepada beberapa orang warga, akhirnya saya bertemu dengan salah satu kelompok.

Inilah kelompok Dedy Lastari dan Fathan Shorih. Sangat pas karena saat itu mereka akan mengunjungi rumah Ust. Irsan (Kepala Security SMART). Kala itu Ust. Irsan sedang ada di rumah, rupanya beliau sedang off (tidak bertugas).

Setelah berbasa-basi, akhirnya Dedy memulai wawancara dan penyampaian undangan. Siswa saya ini cukup piawai dalam bertanya semoga di kemudian hari bisa lebih santai sehingga kesan yang terbentuk bisa lebih santai/kekeluargaan.

Sang ibu (istri Ust. Irsan) dan nenek juga ikut menemani kami di teras rumah yang cukup asri dan teduh ini. Saya memilih untuk lebih banyak berinteraksi dengan Sang Nenek (berharap Dedy dan Fathan bisa lebih mandiri dan aktif bertanya).

Keluarga yang ramah. Kami disuguhi minuman yang menyejukkan di tengah cuaca yang cukup hangat.

Kembali ke sekolah

Setelah waktu semakin mendekati zhuhur, tim demi tim mulai berdatangan ke sekolah. Mereka tiba dengan peluh dan beragam gumam (mungkin lebih tepatnya ‘cerita pengalaman’).

Tanpa saya perintahkan mereka sudah menceritakan bermacam hal yang mereka alami dalam rangka penyebaran undangan ini.

Juno, dkk bercerita, mereka hanya dapat memenuhi 1 dari target 6 undangan yang disebarkan. (jadi tanda tanya besar, ni…)

DSC06777 DSC06779 DSC06780

Ternyata kelompok ini mengunjungi rumah-rumah yang dihuni oleh Seorang Ibu yang beberapa di antaranya sudah ditinggalkan oleh suaminya dan beliau pun sudah cukup berumur.

Hal tersebut menyebabkan Sang Ibu agak keberatan untuk mengikuti Pelatihan Keuangan yang ditawarkan. Antara lain mereka berpendapat bahwa sudah tidak dinafkahi dan tidak memiliki pemasukkan yang jelas.

Selain masalah keberadaan kepala keluarga, soal lainnya adalah kemampuan baca tulis. Ibu-ibu tersebut juga memiliki masalah dalam hal baca tulis. Wahh.. tentu ini juga merepotkan alias menyulitkan dalam pelatihan kami. Akhirnya mereka memutuskan untuk menolak.. :)