Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) – RIngkasan Materi: “Norma”


PENGERTIAN

    1. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia):Norma adalah aturan/ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai dan diterima
    2. Secara singkat; Norma adalah KAIDAH atau PEDOMAN dalam mewujudkan suatu nilai (aman, tertib, rukun, dan damai).
    3. Peraturan adalah tatanan (petunjuk, kaidah, ketentuan) yang dibuat untuk mengatur
    4. Peraturan perundang-undangan/HUKUM adalah aturan yang dibuat oleh lembaga negara yang berwenang
    5. Norma SOSIAL adalah ketentuan yang berisi perintah dan larangan yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama, bertujuan mengatur setiap tindakan masyarakat sehingga ketertiban dan keamanan dapat tercapai

    JENIS NORMA menurut SIFATNYA:

    1. Norma yang bersifat FORMAL (resmi)→ adalah aturan-aturan tertulis yang berasal dari lembaga atau institusi resmi negara

      Contoh: SK (Surat Keputusan) Presiden, Menteri, dll, Perda (Peraturan Daerah), UU (Undang-undang), dll

    2. Norma yang bersifat NONFORMAL (tidak resmi)→ adalah aturan tidak tertulis yang diakui keberadaannya oleh masyarakat (dihormati dan dilaksanakan sepenuh hati).

      Contoh: sopan santun, adat istiadat, dll

    NORMA SOSIAL berdasarkan SUMBERNYA:

    1. Norma AGAMA → petunjuk hidup yang berasal dari Tuhan yang disampaikan melalui utusanNya (Nabi/Rasul) yang berisi perintah, larangan, atau anjuran-anjuranSumber: wahyu Tuhan

      Contoh:

      - beribadah sesuai agama

      - beramal sholih dan melakukan kebajikan

      - mencegah perbuatan keji dan munkar (seperti: berjudi, berbohong, menipu, dll)

      Sanksi: secara tidak langsung di dunia dan di akhirat

    2. Norma KESOPANAN → peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan (KESEPAKATAN) sekelompok manusia di dalam masyarakat dan DIANGGAP sebagai TUNTUNAN PERGAULAN sehari-hari masyarakat itu. Sifatnya relatif/ mungkin ada perbedaan antara masyarakat.negara yang satu dengan yang lainSumber: kesepakatan bersama dari masyarakat tentang tatanan pergaulan

      Contoh:

      - menghormati yang lebih tua

      - berkata-kata sopan

      - menaati peraturan yang berlaku

      - cinta tanah air

      - tidak sombong (selalu rendah hati)

      - tidak meludah di sembarang tempat

      - berpakaian sopan sesuai tempat dan waktu, dll

      Sanksi: ditegur, dijauhi, dikucilkan, dll

    3. Norma KESUSILAAN → aturan yang bersumber dari HATI NURANI manusia tentang BAIK BURUKNYA SUATU PERBUATAN.Norma kesusilaan bersifat UNIVERSAL = berlaku sama di semua tempat dan waktu. Contoh: semua agama, suku, negara apa pun menganggap bahwa KEJUJURAN adalah sebuah keharusan (baik). Tidak jujur = buruk.

      Sumber: hati nurani (tentang baik buruk perbuatan)

      Contoh:

      - berpikir, berkata, dan berperilaku JUJUR

      - adil

      - menghargai orang lain (diri dan karyanya)

      - setia kawan

      - bersikap santun (meghindari sikap kasar)

      - menghindari sifat pendendam (menjadi pemaaf)

      - menghindari sifat malas ( berusaha selalu rajin)

      - peduli, dll

      Sanksi: rasa bersalah dan penyesalan dalam diri, celaan

    4. Norma HUKUM → PEDOMAN HIDUP yang DIBUAT oleh LEMBAGA POLITIK suatu masyarakat/bangsa. Berfungsi untuk MENERTIBKAN dan MENSTABILKAN kehidupan sosial. Tujuan: menciptakan suasana aman dan tentram dalam masyarakatSumber: ketetapan lembaga negara

      Contoh:

      - tata tertib berlalu-lintas

      - larangan mencuri, merampok, dll

      - larangan menganiaya orang lain

      - pajak, dll

      Sanksi: denda, pidana penjara, hukuman mati, dll

    NORMA berdasarkan KEKUATAN PENGIKAT/TINGKATANNYA:

    1. CARA (usage) → perbuatan yang bersifat perorangan (daya ikat lemah).Contoh: cara berpakaian, cara makan, dll

      Sanksi: dianggap ‘berbeda’, celaan (misalnya jika menggunakan celana pendek ke pesta)

    2. KEBIASAAN (folkways) → peraturan yang dilakukan berulang-ulang dengan pola yang sam dan tetap karena dianggap baik (daya ikat jauh lebih kuat).Contoh: mengetuk pintu sebelum bertamu, makan dengan tangan kanan, memberi dengan tangan kanan, dll

      Sanksi: sindiran, ejekan, celaan

    3. TATA KELAKUAN (mores) → perilaku yang ditetapkan masyarakat sebagai perilaku yang diterima sebagai norma pengatur dan pengawas anggota-anggotanya. Tata kelakuan berbentuk kewajiban atau larangan. Sanksinya tergolong berat.Contoh: sikap pembantu kepada majikannya, aturan di perusahaan/sekolah, dll

      Sanksi: dipecat, dihukum, didenda, dll

    4. ADAT ISTIADAT (custom) → pola-pola perilaku yang baik dan dijadikan sebagai hukum tidak tertulis dengan sanksi yang berat.Contoh: pantangan adat/tabu (karena dipercaya jika dilanggar akan menimbulkan bencana bagi seluruh warga. Sanksi: diusir, dikucilkan, dihukum mati, dll