Posts Tagged ‘ham’

Belajar PKn (Hak Asasi Manusia): “SEBERAPA NAKALNYA SAYA WAKTU SAYA MASIH KECIL??!!”!!


Sebelum mulai memasuki dunia Hak Asasi Manusia, saya meminta siswa-siswa saya menyusun kata-kata berikut menjadi kalimat:

SAYA – MASIH – NAKALNYA – SEBERAPA – KECIL – WAKTU – SAYA

Wah, mulai bertanya-tanya ni siswa-siswa saya..

Setelah diberikan kertas (bekas; 1 sisi sudah terpakai) separuh ukuran (masing-masing 1 lembar), saya meminta siswa-siswa saya mengingat masa kecilnya:
saya pun bertanya, “Pernah ga’ manggil abang jualan trus lari..?”

he he.. jadi ingat deh..   :)

"Kesalnya 'diisengin' anak-anak..!"

“Saya panggil abangnya, t’rus saya ngumpet” Aku salah satu (eh, beberapa siswa dengan beberapa versi)

==

Untuk membantu memanggil memori, saya menunjukkan beberapa gambar sambil meminta mereka mengingat kembali kejadian/’perilaku’ yang berkaitan. Di antara gambar-gambar yang saya bawa, yaitu:

 

- abang tukang bakso yang sedang mendorong gerobaknya

- kucing tersenyum

- guru

- koki

- ilmuwan

- bapak tua

- foto politisi, dll

Nah, yang terakhir ini ada yang merespon, “Ha..ha..ha.. fotonya saya modifikasi..!” kalimat pun berbaur dengan tawa khas renyah sang juara lomba yang diselenggarakan Gontor -beberapa pekan lalu- ini.

Berkaitan dengan hewan-hewanan, di pojok belakang ada yang mengaku:

“Saya masukin petasan ke dalam ‘…..’ (tubuh hewan kecil)”, duh!! MasyaAllaah..!!

“Iya ustzh”, “trus?” tanya saya.  “badannya jadi ‘…’” (saya sensor ya, terlalu menyedihkan..)

Astaghfirullah.. miris sekaligus membuat ‘geli’ karena polosnya pengakuan siswa ‘sholih’ saya ini..

==

“Kalau saya, ngracunin monyet..!”

Waduh!! Siswa saya ini kan dari Kalimantan, khawatir juga ni.. Selesai belajar saya tanya, “Orang utan?”

Ia pun menjawab, “nggak lah ustzh, kalo orang utan kan dilindungi.” O, alhamdulilllah.. “Tapi emang monyetnya ngapain kok sampai diracunin?”

Monyetnya nakal..!“itu katanya.. He…

Kami jadi favorit ni.. :)

==

Tawa berderai, tangan terangkat hampir di setiap penampilan gambar-gambar itu.

Ada yang bilang,

“saya ketok pintu tetangga trus kabuurr..”. Pernyataan ini diperkuat dengan pengakuan sejenis, “Iyah, pencet bel rumah orang kaya, trus kabuurr!!”


Wah, semakin seru, saya pun menunjukkan gambar ini,

Ayo ngaku!, siapa yang ngejailin kucing sampe kucingnya nyerah???!!” ‘tuduh’ saya.. :)

Ini hasilnya:

Saya cukur kumisnya sampai habis..!”

“Saya ‘pen***’ perut kucing yang lagi ha***”. ASTAGHFIRULLAH.. Leng geleng 6x.. (ala Project Pop)

“Saya pegang buntutnya, e.. saya dicakar..!!”

Balas saya,  “Ye.. siapa suruh..??”   :)

==

Cerita keusilan masa bocah pun berlanjut..

Saya tunjuk-tunjuk ban motornya, e, hampir aja nabrak..!” – padahal tidak ada yang berbeda di ban motor yang bersangkutan

“Saya masukkan petasan ke dalam kantung kakak kelas..!” – dan…  DUARR!!

Yaa.., itu sih sudah biasa..!!”  :) – terlontar ketika salah seorang teman ‘mengakui’ bahwa ia pernah main kesorean sampai dimarahi orang tuanya.

==

Satu demi satu, sepuluh dua puluh PENGAKUAN tertuliskan..  Celetuk di kanan kiri.. Ingat satu, dua, tiga, duh.. “Banyak ustzh, udah lupa!”  “Saking banyaknya sampai ga’ muat ditulis di sini”

Tak sanggup menahan tawa, saya harus berulang kali beristighfar dan menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan..  :)

==

Ayo, jangan pura-pura ‘lupa ingatan‘..!!” Usil saya melihat anak yang tersendat menuliskan pengakuannya..

==

“Setelah nulis, jangan lupa ISTIGHFAR yaaa..”

Siswa saya pun hampir serentak mengucap “ASTAGHFIRULLAHALAZHIM..”

Oya, juga alhamdulillah karena sudah ‘insyaf’…   :)

Belajar HAM dari Berita (VII-B)


  1. Maling tewas dibantai massa (Radar Bogor, 13 November 2011)
  2. Sebuah kerajaan di balik terali (Te mpo 28 Mei 2006)
  3. DENDAM BELAKA DITEMBUS NYAWA ( tempo,28 mei 2006
  4. GAGAL MEMBUNUH KHALIB ( TEMPO, 28FEBRUARI 2010)
  5. Bantuan menumpuk di lokasi tertentu ( kompas,rabu 9 november 2011 )
  6. perampokan bersenjata di bekasi dan tangerang ( kompas,9 november 2011 )
  7. Kasus Raafi CCTV disita dan 35 saksi di priksa ( kompas,9 novembr 2011 )
  8. Tersangka Dicurigai Pembunuh berantai ( kompas,12 january 2010 )
  9. Polisi temukan kepala bocah korban mutilasi ( republika ahad 10 january 2010 )
  10. Bayi malang ditemukan oleh pak polisi ( sia republika ahad 10 january 2010 )
  11. Dihujani tusukan putra anggota dewan tewas( Metro,10 November 2011)
  12. Warga tewas ditembak orang tak dikenal(Kompas,2 januari 2010)
  13. aksi penolakan pembangunan Pembangkit listrik tenaga nuklir Muria di alun alun kudus(tempo, 30 september 2007)
  14. ditengarai melakukan melakukan pungutan liar beberapa staf kedaulatan dan konsulat indonesia di malaysia dilaporkan ke KPK .Duta besar pun diduga kecipratan . (TEMPO 18 DES 2005)
  15. Bocah tewas dibakar tetangga .(radar bogor 11 nov 2011 )
  16. pasutri syarief dan sinta ,korban sadis di tanjur (radar bogor 2 nov 2011)
  17. kebrutalan di sebuah jembatan .(tempo 26 maret 2006)
  18. penyidik KPK diduga memeras (tempo 26 maret 2006)
  19. tindak kekerasan terhadap anak kecil (republika 17 januarai 2010)
  20. pembunuhan warga palestina oleh israel (tempo 22 mei 2006)
  21. pelaut indonesia disandera (tempo 16 april 2006)

Belajar PKn: HAM “Seberapa Nakalnya Kami Waktu Kami Masih Kecil”


Ampuuuun..
:))

Wah macem-macem deh kata yang terucap waktu membaca ‘pengakuan’ siswa-siswa saya ini.
Ini adalah sebagian kisah/hasil proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah kami. Kalau nda’ salah, hari Jum’at tanggal 3 Februari 2011.

Awalnya kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenali sekaligus mengidentifikasi jenis-jenis pelanggaran HAM yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian, berlanjut kepada serunya eksplorasi ‘besar-besaran’ dari bolang-bolang nusantara nan lucgu kesayangan ayah ibu.

Kertas berukuran setengah halaman A4 ternyata bisa ‘dimuati’ alias memuat dua tiga empat cerita, lima sepuluh dua puluh kisah sampai lebih dari 35 macam cerita kenakalan di masa kecil.
Mulai dari yang berkenaan dengan , benda tak hidup, dan cerita yang berkenaan dengan waktu (pagi, siang, sore, malam, saat hujan, istirahat, dll), tempat/lokasi khusus (sekolah, rumah, lapangan, sungai, pantai, sungai, Masjid, dll), tumbuh-tumbuhan, hewan ternak, serangga, bahkan sampai calon hewan juga termasuk di dalam barisan ‘korban’ kenakalan pendekar-pendekar cilik ini..
“Sambil nulis, sambil istighfar ya..”
itu pesan saya saat menemani anak-anak bangsa ini bernostalgia dengan masa kecilnya.
Yaa, mau bagaimana lagi, wong sudah terjadi.. nah kalau sudah insaf ucap alhamdulillah..” :)
Beberapa cerita itu ingin saya bagi dengan “TEMAN sosialberkarya”
selamat bernostalgia..
(maaf ya.. filenya sdg dalam proses penyelamatan oleh Ust. Andi – Teknisi IT LPI)
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 279 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: