Produk PKn – Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat: “Produk Stiker jadi Bisnis Pinter”


SMART EXPO yang diselenggarakan oleh SMART Ekselensia Indonesia untuk pertama kalinya di tahun 2009 menjadi pengalaman cukup seru bagi kami (saya dan siswa kelas VII, Angkatan V, tahun ajaran 2008/2009).

Kali pertama EXPO kami  meliputi berbagai jenis lomba, diantaranya melukis dinding (wal grafity), melukis kaus motif batik, olimpiade sains dan akuntansi, dll.

Di EXPO kali ini, kami mendapat kesempatan mengisi stand bazaar dan menjual produk yang telah kami buat. Stiker ini dibuat sebagai pemenuh tugas pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, materinya adalah Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat. Temanya adalah Slogan/Ajakan pada Kebaikan.

Ini stiker sederhana buatan kami.. ‘hand made’ lo.. :)

Eko Ardyanto, Tri Wanto, Ariansyah, M.A. Mujahid (kakak kelas yang baik hati mau membantu), Rizky Fradana, Hafizh Fathurreza, Hafidh Dzulfikri, dan siapa lagi yaa…?? (duh.. lupa..) merupakan ‘penjaga’ stand yang tekun mempromosikan dan melayani setiap permintaan dan pertanyaan dari pelanggan. Termasuk melakukan proses tawar menawar..

Selain menjual, kami juga menawarkan kepada pengunjung untuk membuat sendiri stikernya. Namun, ternyata, para pembeli kami tidak terlalu PD untuk membuat sendiri stikernya..Jadilah para penjaga stand menunjukkan kebolehannya memenuhi pesanan dengan desain ide dari pembeli ataupun diserahkan kepada tim kami.. Seru juga jadinya.. :)

Sebelum stand dibuka, terlebih dahulu kami membuat spanduk promosi yang akan dipajang di depan stand kami. Sang ahli-lah yang membuatnya.. Hafizh Fathurreza turun tangan langsung saat itu..

‘Bilboard’ stand Stiker SMART Expo 2009

Di penghujung acara, setelah berbenah, kami menghitung pendapatan hari itu. subhanallah.. banyak juga ternyata..

Beberapa stiker besar karya kelas VII, Angkatan V, diminati dan akhirnya terjual..

Pesanan juga cukup banyak, bahkan sempat membuat tim kami agak kewalahan :)  Selain datang dari pengunjung yang merupakan tamu SMART EXPO 2009, ada beberapa guru dan karyawan LPI yang ikutan mesen juga loh..

Terima kasih semuanya..

ctt: maaf ya TEMAN, fotonya belum bisa di-upload karena kendala koneksi internet.. mohon maklum yaa..  :)

Belajar PKn “Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat”


Jum’at kemarin -bertepatan dengan hari ‘bank2an’ alias praktik perbankan kelas VIII- siswa kelas VII ikutan praktik juga. 

Bukan praktik bank, tapi mencoba menyampaikan pendapat berupa saran, pertanyaan atau kritik kepada ustdz/zh (guru) atau pun kepada kakak kelas.
Rombongan (kelompok) berpencar mencari ‘korban’. Setiap kelompok (pasangan) dibekali Rubrik Penilaian yang nantinya akan diisi oleh sang ‘objek penderita’.

Ya, nda menderita pada pengertian sesungguhnya sih.. beberapa memang menyampaikan hal-hal yang cukup unik dan agak tidak terduga.

Agar lebih jelas, berikut kronologi KBMK (Kegiatan Belajar Mengajar Kami) hari itu:
1. guru membawa plastik transparan (oleh-oleh dari toko fotokopi) berisi kertas-kertas
2. setelah berdoa, guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan belajar lebih cepat (bergegas), setelah pendahuluan, pemaparan, tugas ke luar, siswa yang telah selesai dipersilakan berkunjung ke praktik lembaga keuangan di kelas sosial
3. guru menanyakan apakah pernah ada guru yang tiba-tiba mengatakan: “Masukkan buku cetak, buku tulis, fotokopi, dan lain-lain! Siapkan alat tulis! Hari ini kita ulangan!”
Saya bertanya lagi, “Kemudian bagaimana reaksimu?”

Siswa menjawab berbarengan dengan beragam argumen dan ekspresi tubuh+wajah.

“Siapa yang berani menangkat tangan dan coba sampaikan bagaimana pendapatnya pada saat menghadapi kondisi tersebut?”, saya meminta siswa memberanikan diri.
Akhirnya ada beberapa siswa yang berani mengangkat tangan dan menyampaikan respon/pendapat yang disampaikan kepada gurunya.

Ini beberapa dari jawaban siswa:
“Belum dikasi tau, Pak/Bu”,
“Belum siap”,
“Kasih waktu belajar dulu”,
“besok atau minggu depan aja, Pak/Bu..”
Selain berbentuk lobi atau pengunduran waktu, ada juga yang santai (atau pasrah ya?) atau bahkan terkesan sedikit ‘menantang’:
“Ya udah langsung aja, Pak/Bu”
“Langsung saja. Diundur atau tidak, nanti hasilnya juga sama..”

3. Guru mengajak berdiskusi singkat tentang bagaimana seseorang atau sekelompok orang menyampaikan ketidaksetujuan tentang suatu hal kepada seseorang atau beberapa orang atau pun kepada lembaga tertentu (pemerintahan, pemilik perusahaan, dll)

4. Guru bertanya dan menambahkan bahasan tentang Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat yang merupakan salah satu Hak Asasi Manusia. Berlanjut pada pembahasan tentang jenis/cara mengemukakan pendapat (secara lisan dan atau tulisan) disertai beberapa contohnya.

5. Guru menantang siswa untuk mencoba mengemukakan pendapatnya secara langsung. Guru menjelaskan bahwa secara berkelompok (2 orang/klpk), siswa akan menemui seorang guru/kakak kelas dan menyampaikan pendapatnya berupa saran, kritik atau pertanyaan.
Guru memberikan beberapa contoh dan menjelaskan kriteria penilaian yang terdapat di dalam Rubrik Penilaian.

6. Siswa berangkat, berpencar bersama kelompok masing-masing mencari ‘mangsa’. Dengan bekal Rubrik Penilaian, menjalankan misi yang diberikan.

7. guru menanti di koridor depan kelas. Kelompok yang sudah selesai segera melaporkan pelaksanaan misinya. Oya, sebelumnya Rubrik Penilaian sudah diserahkan kepada guru. Guru mewawancara pelapor sambil menyimak hasil penilaian di tangan yang telah diisi serta ditandatangani ustdz/zh atau kakak kelas yang bersangkutan.

Berikut, krikeria penilaiannya:

  1. Mengucapkan salam,
  2. Memperkenalkan diri dengan sopan dan jelas,
  3. Mengutarakan maksud bertemu,
  4. Menyampaikan pesan dengan jelas (mudah dipahami),
  5. Menyampaikan pesan dengan serius,
  6. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar,
  7. Menutup perjumpaan dengan salam dan berterima kasih,
  8. Berpenampilan rapi

(bersambung..