Pantun Idul Fitri: Karya kelas VII-B, angkatan 8


++

Naik sampan di tengah danau
Melihat orang main layang-layang
Hatiku senang lah yau
Bila hari lebaran sudah datang
(Andrian Eka Wijaya, asal: Lampung)

Di bawah mata ada hidung
Di atas hidung ada mata
Empat hari aku ke Parung
Hari ke-dua bersama orangtua

Kalo nangis bilang mama
Cai soca ditandean
Aku ke Jampang hari ke lima
Main pees sama Andrian

(Wildan Khoirul Anam, asal: Karawang)

Naik sampan di tengah laut
Menjaring ikan lumba-lumba
Aku sangat merasa takut
Bila tak bersama orangtua

Burung jalak burung kenari
Hinggap di atas pohon tua
Sungguh sedih hati ini
Bila tak bersama orangtua

(M. Ihda, asal: Batam)

Ada ular belang-belang
Dimakan sama naga
Kalau aja Idul Fitri pulang
Bisa kumpul sama keluarga

Di halaman ada sapi
Kotorannya saya buang
Saya senang Idul Fitri
Karna pasti banyak uang

(Cecep M. Saipul, asal: Bandung)

Lampung kota tapis berseri
Paling enak makan bakpau
Sekarang hari raya Idul Fitri
Saatnya berbagi angpau
(Arief Yoga Pratama, asal: Lampung)

Silaturahim ke Cikini
Niat hati ingin bertamu
Sedih rasanya hatiku ini
Ortu datang tak bisa bertemu

Ke kota Bandung beli peuyeum
Makan peuyeum rasa klepon
Niat hati ingin bersungkem
Apa daya hanya menelpon
(Kabul H., asal: Banjarnegara)

Pergi ke pasar mencari makan
Sampai di sana melihat orang gila
Saya sudah lebaran sama teman
Kini saya merasa gembira

Menaiki sepeda ke jalan raya
Melihat orang yang sangat ramah
Sekarang Idul Fitri sudah tiba
Kita sambut dengan meriah
(M. Azmy, asal: Bengkayang, Kal-Bar)

Buah duku buah durian
Setelah durian ambil buah kiwi (edit, red)
Senang sekali waktu malam takbiran
Karena besoknya hari raya Idul Fitri

Pagi-pagi main layang-layang
Nyangkut di pohon lihat kakak tua (edit, red)
Waktu lebaran hatiku sangat senang
Karena lebaran ditelpon orangtua
(Afdhal Firman, asal: Padang)

Pantun Idul Fitri: Karya Siswa kelas VII-A, Angatan 8


Makan ketupat sudahlah lima
Dilihat tetangga malu rasanya
Masuk sekolah hari pertama
Kurang afdhal tiada ceritanya

Lima ketupat manalah muat
Berteman rendang dipaksa jua
Cerita panjang tiada sempat
Berganti pantun bolehlah ya..

***

Menulis dengan bahasa Jawa
Menggunakan huruf latin
Selamat hari raya
Minal Aidin wal faidzin
(Nanang R. – VIIA – Sragen)

Ada orang mengangkat timba
Tertabrak sepeda kaki berdarah
Hari raya telah tiba
Jadi rindu dengan rumah

Pagi hari lihat berang-berang
Melihatnya terasa senang
Hari raya banyak uang
Hai, Parung.. Aku datang!!

Temanku namanya Faisal
Paling suka makan nasi
Pergeseran 1 Syawal
Opor asem ketupat basi
(M. Wahyudin Nur, Kelas VII-A, asal: Karawang)

Menang lomba merasa bangga
Lombanya lomba panjat pinang
Meskipun lebaran tanpa keluarga
Diriku tetap merasa senang

Bajuku sobek nenekku merajut
Sambil merajut tunggu masakan matang (edit, red)
Diriku kaget dan terkejut
Karena orang tuaku datang

(Hamzah, kelas VII-A, asal: Jakarta)

Sebelum dua itu satu
Sesudah tiga itu empat
Sungguh malang hatiku
Tidak bisa makan ketupat

Jalan-jalan ke Sumedang
Paling asyik naik kuda (edit, red)
Kini hatiku lebih tenang
Karena dapat bertemu keluarga

(Faisal Abdullah, kelas VII-A, asal: Bogor)