HANNIBAL: Rome’s Worst Nightmare


ReviewReviewReview HANNIBAL: ROME’S WORST NIGHTMARE Nov 24, ’09 8:59 AM
for everyone

Category: Movies
Genre: Action & Adventure
Melihat cover-nya.. yup, ini penuh dengan perang dan perang.. perjuangan ‘liar’ bukti sejarah upaya menegakkan kejayaan sebuah negeri atas negeri lainnya.
Semoga tiada lagi kini.. namun kenyataannya.. 

Mulai:
Dibuat berdasarkan tulisan ahli sejarah zamannya dan telah diverifikasi ahli sejarah zaman ini. Kisah nyata abad 3 SM, seputar Italia, Spanyol, dan Afrika. Perjuangan seorang Kartagian, Hannibal Barca (diperankan Alexander Siddig), yang disumpah -dengan tangan dicelupkan ke dalam mangkuk berisi darah hewan- untuk selalu berjuang mengalahkan Roma.
Janjinya ditunaikan penuh semangat menggunakan berbagai strategi perang -yang pada akhirnya diadopsi oleh Roma, bahkan sampai Napoleon, dst- yang berkali-kali menjatuhkan pasukan Roma bahkan di tanah mereka sendiri (Italia).

Perjuangan besar:
Keputusan untuk melakukan perjalanan sejauh 1500 mil untuk mengalahkan Roma di tanahnya sendiri. Perjalanan ini dilakukan dengan risiko harus melewati Pegunungan Alps (Alpen). Ribuan pengikut yang lemah gugur dalam perjalanan. Gugur yang disebabkan kelelahan, penyakit, kelaparan ataupun karena serangan suku-suku liar nan licik.

Kemenangan Besar:
Perang Punic di Canae. Pasukan Roma dengan jumlah lebih banyak tak mampu membendung pasukan Kartago yang telah diatur dalam beberapa tahap penyerangan dengan strategi ‘tingkat tinggi’.
Puluhan ribu jiwa terkorban, bahkan salah satu rekan perjuangan Hannibal tewas di tanah penuh darah itu.

Puluhan ribu pasukan dikerahkan. Puluhan ribu nyawa terkorbankan. Prajurit terlatih maupun hasil rekruitmen dadakan yang terpaksa melatih diri di ajang sesungguhnya.
Setelah mengalami kekalahan perang besar di Canae, petinggi senat Roma memutuskan untuk merekrut sebanyak-banyaknya prajurit, walaupun harus melanggar -dengan mengubah- aturan/standar usia dan keterampilan yang dipersyaratkan dalam undang-undang.

Setelah mengumpulkan kembali kekuatan dan kepercayaan diri, Scipio, panglima yang memaksa (ia belum memenuhi syarat umur dan kecakapan sebagai seorang pemimpin pasukan Roma) mengajukan diri menjadi pemimpin pasukan. Ia menawarkan strategi baru, yaitu mengalahkan Hannibal di Zama, Afrika Utara.
Setelah sebelumnya sempat berunding – namun tidak berhasil-, Hannibal dan Scipio akhirnya memutuskan bahwa keesokan harinya mereka ‘bertemu’.

Scipio yang telah menjadi panglima besar -dengan ‘bantuan’ Hannibal- telah menggunakan taktik yang sama seperti yang Hannibal lakukan terhadap pasukan Roma.Dalam pertempuran di Zama ini, untuk pertama kalinya Hannibal mengalami kekalahan dari pasukan Roma. Ia dipaksa menyelamatkan diri, agar tetap ada panglima yang akan kembali menggetarkan hati ‘orang-orang’ Roma.
Di akhir hidupnya, ia tetap memegang harga diri. Tak ingin Roma puas dan bangga dengan membunuh dirinya, Hannibal memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan meminum racun.
Pasukan Roma yang menemukan tempat persembunyiannya bertemu dengan penulis sejarah yang membantu Hannibal. Sang Jenderal menangkap orang tersebut dan merebut naskahnya.
Dengan naskah sejarah perjuangan sang Barca, di depan tungku api, ia berkata “kalau pun harus ada yang menulis tentang Hannibal Barca, ia haruslah orang Roma…”
Dan hanguslah naskah perjuangan sang Pejuang digulung api..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: