Tapak Sejarah SMART EI: “Tim Trashic (Trash Music)”


Beda daerah beda budaya beda bahasa, beda pula warna musiknya.

Di SMART Ekselensia Indonesia, musik memberi warna berbeda, sampah menjadi bahan utamanya. Dilakoni dengan mengusung panji PEDULI LINGKUNGAN, tim trashic SMART Ekselensia Indonesia berupaya berperan dalam mengkampanyekan upaya pelestarian lingkungan. Dalam hal ini yang kami lakukan yaitu dengan menggunakan barang-barang bekas sebagai alat musik.

Tersebutlah istilah TRASHIC (Trash Music) dari ‘negeri’ ini, ‘negeri’ tempat menimba ilmu bagi pejuang-pejuang muda yang ‘asli’ berasal dari penjuru negeri Indonesia.

Berkenalan dengan musik ini merupakan keseruan tersendiri. Saya mendapat kesempatan mengenal lebih dekat tim trashic generasi pertama ketika bersama Ustzh. Vera diamanahi mendampingi penampilan Tim Trashic angkatan I, Wrong Genk, tampil dalam salah satu event Road Show Dompet Dhuafa di bulan Ramadhan 1429 H di Mal Cinere, Jakarta Selatan. Wah.. sensasi menonton bersama pengunjung Mal Cinere saat itu luar biasa.. Tim Trashic kita disejajarkan dengan Tim Nasyid sekaliber Gradasi yang sudah lebih senior dan profesional dalam seni Islami. Kereeen..

Lanjut, kita mulai perjalanan Tapak Sejarah SMART EI “Trashic” per angkatan yaa..

Tim Trashic Angkatan I, “Wrong Genk”

Tim Trashic dari angkatan paling senior ini diberi nama Wrong Genk. Kabarnya nama ini disematkan karena beragam insiden kesalahan yang dibuat personel tim. Di antara pembicaraan dengan personelnya, salah satu yang saya ingat yaitu karena terburu-buru mau tampil, salah satu personelnya (unidentified) melaju dengan menggunakan kaus kaki yang berbeda antara kaki kiri dengan kaki kanannya. Maka, sempatlah terpikir untuk menamai Wrong Shocks, selanjutnya terjadi insiden lain (yang saya lupa persisnya) sehingga pada akhirnya digunakanlah nama WRONG GENK.

Punggawa Tim Trashic The Wrong Genk are Amma Muliya Romadhoni (sekarang kuliah di Univ. Sumatera Utara Jurusan Teknik Mesin angkatan 2009), Zainal Ibad (sekarang kuliah di Uni. Padjadjaran Jurusan Sastra Arab angkatan 2009), Nugraha Alimurty (sekarang kuliah di Univ. Sumatera Utara Jurusan Sastra Jepang angkatan 2009), Aang Rifki Rizki (sekarang kuliah di UIN Sunan Gunung Djati Jurusan Pendidikan Fisika angkatan 2010), Muhammad Ichsan (sekarang kuliah di salah satu poltek di Semarang Jurusan Akuntansi angkatan 2009), dan R. Demokratianto (sekarang berstatus sebagai mahasiswa STAN) dan dalam perjalanannya kemudian dibantu oleh angkatan 3 : Rizki Al-Musalby, dan Tarmujik.

link: http://ripkirijki.blogspot.com/2011/04/trashic-trash-music.html

Tim Trashic Angkatan II, “The Oupheels –> Recycle Bin”

Didirikan Juni 2007 dengan nama The Oupheels, tim trashic angkatan II SMART Ekselensia Indonesia memulai debutnya dengan mengikuti Festival musik barang bekas yang diadakan di School of Universe pada pertengahan 2007. Saat itu tim ini terhenti langkahnya di babak penyisihan.

Pada tahun berikutnya, di momen bulan peringatan kemerdekaan RI, The Oupheels bangkit dan berhasil meraih posisi ke -3 dalam kompetisi yang sama.

The Oupheels beranggotakan tujuh personel. Fadyan Hilman (Bali) sebagai melodi, Floren Wahyu Purwanto (Bontang), Agung Febriyan (Bali), Rifki Hutriawan (NTB), Malik Ibrahim (Papua), Imam Hadi (Medan), dan Igil Putra (Padang). Akhir 2008 The Oupheels berganti nama menjadi Recycle Bin.

Kibaran karya mereka tercatat dalam penampilan di berbagai mall, berbagai acara TV, JCC, acara kementerian, hingga di depan RI 1 pada Hari Lingkungan Hidup nasional 2009.

Di pertengahan tahun 2009, Recycle Bin, atau yang kerap disebut RcB, harus kehilangan salah satu personilnya, Igil Putra, yang harus kembali ke daerah asalnya di Sumatra Barat. Dan ternyata peristiwa kehilangan ini tak menjadikan Recycle Bin masuk gua terlalu lama, mereka kemudian kembali menunjukkan giginya dengan meraih juara ke II Festival Musik Barang Bekas Se-Jabodetabek.

Hari ini personel Recycle Bin juga telah terbang ke Penjuru Nusantara. Tim Kompak ini harus rela berpisah demi masa depan. Personel Recycle Bin antara lain tersebar di Universitas Indonesia (UI) – Depok, Universitas SUmatera Utara (USU) – Medan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) – Bandung, Universitas Diponegoro (UNDIP) – Semarang, dst

link : http://sensei2010.blogspot.com/2010/07/trashic-sensei-namanya-recycle-bin.html

bersambung untuk kisah dari:

Tim Trashic Angkatan III

Tim Trashic Angkatan IV

Tim Trashic Angkatan V

Tim Trashic Angkatan VI

Tim Trashic Angkatan VII

mohon bantuannya..

2 responses to this post.

  1. nice… i like it

    Suka

    Balas

    • well, thank u Much, Imam.. Infonya diperlengkap dengan kisah Recycle Bin boleh nda’, Mam, biar tambah keren ni sejarah TRASHIC SMART kita..

      Mksh ya..

      oya, Ustzh mampir ke blog Imam yaa..

      Suka

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: