Beramal dalam Karya-Tupperware: “DILEMA MEMBUANG SAMPAH”


Oleh: Aldo

Siswa kelas VIII (delapan) SMART Ekselensia Indonesia, asal Medan

Indonesia kini tengah berada dalam kesulitan hayat. Beragam bencana terus menerjang bumi pertiwi. Banjir adalah salah satunya. Banjir mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita. Berbagai daerah di Indonesia sudah ataupun sering mengalami banjir. Bahas saja Jakarta.

Jakarta adalah kota yang padat dalam segala hal pemerintahan. Karena Jakarta adalah ibukota negara Indonesia. Beragam aktivitas dapat kita jumpai dengan mudah, dari tingkat yang dapat dibilang paling rendah sampai aktivitas berkelas.

Kelakuan masyarakatnya pun beragam, ada yang masih peduli dengan lingkungan dan ada pula yang sedikit tidak peduli atau malah tidak peduli sedikit pun pada linkungan.

Banyak gerakan-gerakan yang memprakarsai penghijauan Jakarta. Tapi, penduduk yang bertolak belakang dengan gerakan-gerakan tersebut pun tidak kalah banyak. Dan bisa dibilang lebih banyak. Sampah dibuang sembarangan tanpa ada rasa bersalah sedikit pun. Pepohonan ditebang liar tanpa ada reboisasi kembali dan berbagai tindak ketidakpedulian terhadap lingkungan lainnya.

Dampak jelas dirasakan, tapi tak dapat merubah kebiasaan yang telah berakar. Buang sampah sembarangan. Banjir sering menimpa Jakarta setiap musim hujan tiba. Anehnya, hal itu kita anggap biasa. Tidak terasa asing ditelinga saat mendengar Jakarta kebanjiran.

Apa penyebab banjir di Jakarta?

Sampah. That’s right!. Seperti yang kita ketahui bersama, Jakarta tak khayal lagi dari sampah. Sampah berceceran tak karuan, sungai-sungai dipenuhi dengan sampah. Hingga mengakibatkan banjir melanda Jakarta.

Seharusnya, masyarakat Jakarta maupun yang berada diluar Jakarta menyadari. Bahwa membuang sampah sembarangan itu berbahaya. Dapat mengakibatkan penyakit dan yang paling mencekam adalah kematian yang merajalela oleh sampah. B

erjuta-juta bakteri terdapat pada sampah. Mereka masuk dan mengendap dalam tubuh manusia selama bertahun-tahun. Ada yang bereaksi cepat dan ada pula yang bereaksi lama.

Demi menghindari hal tersebut, sudah seharusnya kita tidak membuang sampah sembarangan.Tapi kan tidak repot! Ya benar, memang dengan membuang sampah sembarangan tidak ada repotnya. Toh, tinggal buang saja.

Tapi apakah kita lebih memikirkan kemudahan seketika, ketika kita membuang sampah sembarangan daripada melihat dampak dari hal sepele yang sangat berbahaya tersebut.

Seandainya manusia Indonesia tidak lagi membuang sampah sembarangan, mungkin Indonesia tidak menjadi konsumen banjir dan Jakarta tidak menjadi pelanggan banjir yang setia dikala musim hujan tiba. Dan juga negri ini akan menjadi bersih demi menciptakan bumi yang asri.

Tapi apa mungkin hal itu dapat terwujud? Bisa! Sebenarnya hal itu dapat terwujudkan apabila kita mau merubah kebiasaan buruk kita, membuang sampah sembarangan. Pemerintah sudah memfasilitasi kita dengan menyediakan tempat sampah dimana-mana. Dibeda-bedakan pula, ada tempat sampah yang diperuntukan untuk sampah organik dan ada tempat sampah khusus annorganik.

Belum lagi tempat sampah di toko-toko, dijalanan, dan dirumah-rumah. Yang pasti, sejauh mata memandang pasti ada tempat sampah yang terlihat.

Nah, mau kurang apa lagi coba. Tempat sampah ada, yang mengingatkan untuk tidak buang sampah sembarangan juga ada. Kini tinggal dari diri kita sendiri, apakah dapat membuang sampah pada tempatnya atau masih bertingkah seperti anak kecil yang belum tahu mana yang baik dan mana yang buruk.

Bukankah menurut Islam bersih itu sebagian dari iman. Selain bersih diri kita juga harus menjaga kebersihan lingkungan.

Tunggu apalagi! Mari kita membuang sampah pada tempatnya mulai dari sekarang. Selain kita dapat merasakan dampak baiknya secara langsung, lingkungan menjadi asri serta kita mendapatka pahala dari sang pencipta.

Mungkin selama kita berusaha untuk tidak membuang sampah sembarangan terdapat berbagai masalah yang menghambat proses perubahan kita. Mulai disaat kebetulan tidak adanya tempat sampah (tetapi hal itu sangat jarang sekali), dicemooh oleh orang lain, dan kendala-kendala lainnya.

Dari masalah-masalah tersebut bukan berarti kita harus kembali membuang sampah sembarangan. Kita harus bersikap dewasa serta memiliki pemikiran yang kreatif. Kita dapat menyimpan sampah yang hendak kita buang terlebih dahulu hingga menemukan tempat sampah. Sekarang sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak membuang sampah pada tempatnya. Sekarang kita sudah mempunyai bekal pengetahuan mengenai lingkungan alam.

Mari kita mulai untuk membuang sampai pada tempatnya. Lihat disekelilingmu, apakah ada sampah yang tidak pada tempatnya?. Kalau ada, ambillah dan letakkan pada tempatnya. OK!

Mari sama-sama berubah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: