Stop Press!! Persembahan Dua Puluh Lima November : “Pagi Ini Tak Seperti Biasa..”


25 NOvember biasanya biasa saja..

Namun…,

25 November pagi ini menjadi tidak biasa..

Setelah rangkaian prosesi apel usai, mc mempersilakan pembina apel untuk kembali menuju barisan guru. Hal ini memang tidak aneh, hampir setiap selesai apel ada pengumuman atau berita dari berbagai pihak yang berkepentingan.

Dari arah koridor, ruang Lab Komputer, terdengar kesibukan, beberapa dengung dan dentang alat musik yang tidak sengaja terpukul karena proses perpindahan..

Reza Fadhillah, Sang Pemimpin  ‘orkestra’ Ensambel kami mengambil alih microphone.

Ia meminta maaf karena akan mengambil waktu jam pelajaran pertama sekitar 10-20 menit??

Setelah beberapa saat, kesibukan siswa kelas XI  dan OASE (OSIS kami) menyiapkan angklung dan arumba, sementara di sisi Selatan, Bayu sibuk membagikan sesuatu kepada adik-adik kelasnya (Kelas 1 = kelas VII).

***

dan…

terdengarlah sebuah lagu… untuk sebuah hari bagi pendamping siswa di seluruh negeri..

Terpujilah wahai engkau…….

***

Rangkaian persembahan disisipi dengan sebuah Puisi yang dibawakan oleh 3 siswa bernama depan ‘Muhammad’ kelas VIII (M. Fajar, M. Iqbal R.A. dan M. Syawal)

“Guruku aneh..”

***

Selanjutnya siswa kelas 1 bergerak -dengan instruksi bergradasi dari sang kakak- mempersembahkan sebuah kartu ucapan kepada kami..

***

Terima kasih kami untukmu siswa-siswa kami yang berbudi..

Maafkanlah kami belum menjadi yang terbaik untukmu..

Di balik layar:

Inilah beberapa 'tersangka' di balik persembahan indah pagi itu.. Terima kasih saudaraku.."

Di suatu kesempatan berbincang dengan dua pemimpin (Presiden OASE dan Ketua Ensambel) – Panji Laksono dan M. Reza Fadhillah, terungkaplah;

Pagi itu (sebelum apel pagi dimulai), ternyata sebuah pertanyaan sudah berulang ditujukan kepada Tim Ensambel oleh beberapa guru “Mau tampil di mana?”

Mereka menjawab, “mau tampil ‘di luar’, Ustd/zh”

Malam hari sebelumnya, ‘lobi’ – lobi’ dilakukan. Di antaranya kepada rekan tim ensambel juga kepada M. Fajar (kelas VIII).

Kurang lebih begini lobinya:

“Kalian ada PR ‘ga?“, tanya Panji pada Fajar.

“‘Nggak ada,” jawab Fajar.

Jawaban ini membuat Panji dengan segala kekuatan lobi plus energi ‘kepresidenan’nya segera mengambil kesempatan, “Nah, karna ga’ ada, ni saya kasih PR!”🙂

Jadilah Panji menyerahkan sepenuhnya pembuatan dan mekanisme penampilan puisi di keesokan harinya pada sang ahli, Muhammad Fajar..

dan tim ensambel pun berhasil dilobi oleh Reza untuk tampil dengan segala kemampuan yang mereka punya dan bekal keterampilan + mental dari Bunda Eri (Ibu Pelatih yang tak kenal letih :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: