Stop Press!! Binsos Tour – Praktik Wawancara: “Jelajah Gang Harapan”


Di awal kami sudah mewanti-wanti. “Nanti di sana kita akan bertemu banyak pohon.. tolong perhatikan yaa.. Itu semua adalah POHON.. hanya POHON!!”🙂

Entah siswa-siswa kami (saya dan Ustzh Retno, guru Bindo kami) paham atau HERAN ya..??

Ya, begitulah.. untuk menghindari keinginan yang berlebih ketika melewati jalur petualangan kami ke Gang Harapan, Jampang, saya dan ustzh. Retno merasa perlu ‘berwejangan’. Ini karena kami sudah ‘tahu’ (berdasarkan survey awal) bahwa di sana kami akan dihadapkan pada pemandangan indah pepohonan nan hijau dengan ‘warna lainnya’..🙂

==

Hari itu, kami (saya, ustzh Retno, dan siswa kelas VII SMART EI) akhirnya tiba pada agenda yang telah direncanakan sekitar 3 pekan sebelumnya.. (dibantu dengan beberapa masukan dari ustzh. Ratna yang juga tinggal di Gang Harapan)

VIIA (pelaku) Binsos Tour, Jelajah Jampang 01122011

VIIB (pelaku) jelajah gang harapan 01122011

Kami akan mengunjungi warga sekitar LPI (Lembaga Pengembangan Insani), khususnya di Gang Harapan (RT 01*/RW 02) desa Jampang Kecamatan KEmang, Bogor.

*(Dua hari sebelumnya kami telah sowan ke rumah Pak RT untuk meminta izin, alhamdulillah beliau terbuka dan dengan segera memberi izin kepada kami)

Prosesi perjalanan ini diawali dengan briefing (pengarahan) oleh Ustzh. Retno (di kelas B. Indonesia=Bindo). Setelah persiapan terakhir, pembagian kloter dan bingkisan, kami pun take off  dari SMART menuju Gang Harapan..#

==

WOW!!

For me, it was like DREAM COME TRUe!!

bersama keluarga Ibu Suryani

Yap, sudah lama saya ‘memimpikan’ bisa mengajak siswa-siswa saya belajar bertemu warga sekitar..

Alhamdulillah, gayung bersambut.. Ustzh Retno menawarkan untuk berkolaborasi dalam pembelajaran IPS dan Bahasa Indonesia.. Langsung-lah kami merumuskan.. (senangnya...)

Materi pelajaran Bindo untuk Jelajah ini adalah –> Wawancara

Materi pelajaran IPS Terpadu untuk Jelajah ini adalah –> Motif, Tindakan dan Prinsip Ekonomi.

==

warga Gang Harapan 'menanti' kami..

#Dengan langkah setengah ringan setengah berat, kalau tidak boleh dikatakan gugup..

Kami bersama mengangkat kaki satu demi satu kaki kanan dan kiri, melangkah setengah pasti menuju rumah warga untuk kami wawancarai tentang kehidupan ekonominya..

"Cukupkah usaha warung untuk kebutuhan sehari-hari, Bu?"

Ustzh. Retno membekali siswa dengan lembar penilaian teknik wawancara (meliputi tata cara, sopan santun, dll) yang akan diisi oleh narasumber (warga yang diwawancarai oleh siswa), dari segi materi, siswa mendapat beberapa pointer data yang akan ditanyakan.

Wah, suasana semakin menegangkan setelah rumah-rumah itu berada di depan mata (dan di samping :))

"Kami juga menjelaskan tentang SMART Ekselensia Indonesia.."

Sepertinya akan lebih seru kalau kita simak apa kata mereka yaa..

Ini dia beberapa kesimpulan dan cerita pengalaman siswa-siswa hebat kami tentang silaturahim (pembelajaran langsung)-nya di Gang Harapan:

Selamat menikmati..

==

Alfian (Alfian Ma’ruf Anshori, Siswa asal Solo – VIIA)

“Kemarin hari Kamis 1 Desember 2011, aku dan teman-temanku mewawancarai seoranga warga yang ada di desa jampang tentang keadaan ekonomi keluarga itu, Pengalaman yang bisa kuambil dari wawancara hari Kamis adalah “Aku bisa mengambil dari ekonominya, Aku sudah beruntung karena aku bisa sekolah di SMART, karena masarakat Jampang yang seharusnya masih sekolah tetapi sekarang sudah tidak sekolah lagi karena kebutuhan ekonominya kurang.” 

==

Sukrismon (Siswa asal Padang - VIIA)

“Kemarin saya pergi berwawancara di Jampang. Saya berkenalan dulu, menurut pepatah adalah “tak kenal maka tak saya, tak sayang maka tak cinta.” Saya menganalkan diri dulu, lalu saya mulai berwawancara. Wawancaranya tentang kehidupan warga Jampang. Orang Jampang memamng baik, mereka menjawab salam, berbicara, orangnya sangat sopan, baik, yang saya temui adalah orang yang berasal dari keluarga dhuafa, perekonomiannya adalah 27.000 per hari. Kadang-kadang cukup, kadang-kadang ada jgua tidak cukup. Itulah wawancara saya. Sehabis wawancara saya pulang dan mengucapkan salam ke orang itu dengan pantun saya, yaitu:

Saya pergi bersepeda berjumpa dengan ratu

jawablah salam saya

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” Terima kasih Assalamu’alaikum wr. Wb by: Sukrismon

==

Ihda (M. Ihda Al-Husnayain, siswa asal Batam - VIIB)

Kesimpulan

“setelah saya berwawancara, saya sangat bahagia karena bisa berkenalan dengan masyarakat Jampang dan bisa mewawancarai mereka dan bisa mengetahui rumah Ustdzah Ratna” (guru matematika kami, red)

Perjalanan Seru

“Pada hari Kamis kami pergi ke Gang Harapan untuk mewawancarai masyarakat Gang Harapan. Ketika aku ingin berwawancara aku harus melewati kuburan, aku sangat takut karena harus melewati kuburan, tapi ada ustdzah Vivi yang menemaniku hingga wawancara selesai.” By: Prof. Drs. H. Ihda Al-Husnayain, Lc. (aamiin)

==

Faisal (Faisal Abdullah, siswa asal Bogor - VIIA)

Kesimpulan

“Setelah saya melakukan wawancara ini, saya menyimpulkan bahwa di luar sana banyak keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dan bertahan hidup. Karena di keluarga tersebut terdapat anggota keluarganya sampai tinggal kelas karena kekurangan BIAYA

Cerita Pengalaman

“Aku sangat senang karena dapat melakukan wawancara ini. Selain dapat memperkuat kepercayaan diri saya, juga dapat mengetahui keadaan ekonomi yang menurutku -kurang mampu-. Di dalam rumah narasumber itu juga sempat tertawa karena di sana ada anak yang berumur sekiar 2 tahun yang sangat lucu. Tidak hanya itu, anak itu juga aku terharu karena anak sekecil itu tahu bagiman keadaan ekonomi keluarganya. Saat kami tanya, “Apakah kebutuhan sehari-hari Ibu tercukupi?” anak kecil itu menjawab dengan cara menggeleng-gelengkan kepalanya.”

“Aku sangat senang karena dapat melakukan wawancara ini. Selain dapat memperkuat kepercayaan diri saya, juga dapat mengetahui keadaan ekonomi yang menurutku -kurang mampu-. Di dalam rumah narasumber itu juga sempat tertawa karena di sana ada anak yang berumur sekiar 2 tahun yang sangat lucu. Tidak hanya itu, anak itu juga aku terharu karena anak sekecil itu tahu bagiman keadaan ekonomi keluarganya. Saat kami tanya, “Apakah kebutuhan sehari-hari Ibu tercukupi?” anak kecil itu menjawab dengan cara menggeleng-gelengkan kepalanya.”

==

Sutrisno (siswa asal Kal-Tim – VIIA) “Kemarin, hari Kamis 01 Desember 2011, aku, Doni dan Fatih teman 1 kelompokku diberi tugas untuk mewawancarai warga di Gang Harapan. Sebelum berangkat, aku, Doni dan Fatih membuat pertanyaan tentng perekonomian masyarakat di Gang Harapan. Kami kelas VIIA pun pergi ke Gang Harapan. Dengan hati dek degan kami pun berpisah di Gang Harapan bersama kelompok masing-masing. Aku, fatih dan Doni melangkah ke suatu rumah yang tidak terlalu layak pakai. Sesampainya di sana kami mengetok pintu, “Tok… tok… assalamu’alaikum..” Lalu Ibu itu menjawab, “wa’alaikumsalam. “Ada apa ya?” Pokoknya kami ngobrol, bertanya-tanya.

Narasumber itu sangat kasihan, anggota keluarganya ada 6. suaminya punya dua istri, sekarang dia tinggal sama istri mudanya. Anaknya ada 4. yang paling tua berhenti di kelas 2 SMP, yang ke-2 lulus SD tidak melanjutkan ke SMP karena tidak ada biaya. Yang ke-3 juga masih duduk di kelas 4 SD dan yang terakhir belum sekolah. Nama narasumber yang ku wawancara, Ibu Suryani. Bu Suryani sekarang ini menjadi kepala keluarga. Penghasilan sehari-harinya hanya Rp 30.000 per hari, sedangkan pengeluarannya Rp 45.000. kasihan sekali Ibu Suryani. Tapi apa boleh dikata mau membantu tidak ada apa-apa.

Perasaanku sangat sedih. Sedih dari segala sedih.”😦😦😦

==

Andrian (Andrian Eka Wijaya, siswa asal Lampung – VIIB) Pengalaman yang Mengasyikkan

“Pada saat wawancara hari Kamis, 1 Desember 2011, aku dan teman-temanku memasuki Gang Harapan. Aku banyak sekali melihat ‘daun’ yang ‘berkelap-kelip’ yaitu adalah pohon rambutan. (yang sedang berbuah dengan lebatnya, red)

Ini POHON.. itu POHON.. di sini 'DAUN'.. di sana 'DAUN'..🙂

Tapi pada saat itu di sana ada yang menyenangkan dan ada yang menyeramkan. Menyenangkannya adalah banyak pohon rambutan dan menyeramkan adalah pada saat melewati jalanan yang banyak kuburannya. Tapi aku tetap ceria karena Ustzh. Retno dan dan Ustzh. Vivi mendampingi kami semua dan aku juga banyak mengucapkan terima kasih kepada Ustzh. Retno dan Ustzh. Vivi karena mereka yang menjaga kami semua mulai dari kelas IA berwawancara sampai kelas IB berwawancara. Juga aku sangat kagum karena ustzh-ustzh rela berkorban demi anak-anak didiknya.🙂

Terima kasih Guru ku!!🙂” (sama-sama siswa hebatku.., red)

nb: kala itu, setelah wawancara, keluarga yang diwawancarai Andrian, Arief dan Muhib mendapat Rizki.. eh rejeki..🙂 sang teteh dengan sigap mengambil galah dan ‘mempersembahkan’ rambutan segar kepada ‘wartawan cilik’ tamunya ini..

alhamdulillah.. pucuk dicinta ulam pun tiba ya, Andrian.. 🙂

==

Riki (Riki Amrizal, siswa asal Padang – VIIB)

Kesimpulan: “Wawancaraku Asyik”

“Setelah saya menelusuri Desa Japang, tepatnya di Gang Harapan dan menanyai salah satu penduduk di Gang Harapan, saya dapat menyimpulkan bahwa beberapa penduduk di Desa Jampang khususnya di Gang Harapan masih ada yang kurang mampu dan ada juga yang sudah bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Contohnya Bapak Andri yang saya wawancarai kemarin. Gajinya satu bulan itu adalah Rp 1.300.000. Bapak Andri berkata bahwa belum bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya dengan gaji itu.

Perasaan saya waktu ketika saya mau pergi wawancarai adalah tegang, gugup bercampur. Setelah saya sampai di Gang Harapan, perasaan tegang dan gugup saya sudah mulai hilang. Perasaan saya saat itu adalah senang, apalagi ketika saya selesai mewawancarai narasumber.. Lega!!!

==

Abdi (Choiri Abdillah, siswa asal Merauke – VIIA) Kesimpulan

“Menurut wawancara saya, keluarga yang saya wawancara adalah keluarga yang sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah dan harus mendapat perhatian yang sebesar dunia akhirat ini dari semua warga. Karena gajinya hanya 1.000.000 per bulan dan kebutuhannya sangat banyak untuk anaknya,”

Cerita Pengalaman

“Saya merasa senang bisa berkenalan dengan warga Jampang, karena kalau ada pepatah: tak kenal maka tak sayang tak sayang maka tak kenal dan saya sangat senang waktu dibilangi saya adalah anak ganteng dan sholeh ‘di dunia dan di akhirat’ (ada tambahan, red) dan saya akan membuat menjadi persi pantun:

ada orang jalan-jalan jalan-jalan menuju jampang

saya mempunyai pengalaman dibilang orang aku anak sholeh dan ganteng

==

Mohon maaf ya.., belum semua cerita bisa ditampilkan.. Kisah seru dari jagoan kami lainnya masih (Des 2011) terpajang di mading Sosial Berkarya (kelas Sosial SMP SMART Ekselensia Indonesia)

Semoga teman-teman bisa mampir dan melihatnya..🙂

nb lagi: dengan luass hati, kelompok yang mendapat ‘rezeki’ kala itu bersedia berbagi rizkinya (tidak hanya dengan teman sekelas), siswa hebat kami ini bersedia berbagi dengan seluruh angkatannya, ANGKATAN 8..

Subhanallah..

Arief bilang, “Berbagi itu menyenangkan!!”

4 responses to this post.

  1. Posted by pram on 1 Januari 2012 at 19:38

    SMART EI pancen oye…., setiap baca yg berhubungan dg sekolah ini, entah mengapa mataku berkaca2 penuh kekaguman…… Maju terus SMART EI

    Suka

    Balas

    • insyaAllah.. aamiin..
      terima kasih, semoga Allah meridhoi..
      mhn maaf, ini dengan Mas/Pak Pram dari institusi apa ya?
      sekali lagi terima kasih atas perhatiannya kepada sekolah kami.. mohon doanya untuk keberkahan dan kesholehan anak2 didik kami..

      Suka

      Balas

  2. wah senangnya ya bisa sekolah di smart ekselensia.

    Salam dari kami di Palembang. Izin copy sebagian artikelnya untuk media DSIM Palembang

    Suka

    Balas

    • Silakan Bapak..
      Mohon doanya semoga anak2 didik kami menjadi generasi yang sholeh dan bermanfaat bagi ummat.. aamiin..
      Salam untuk tmn2 DSIM Palembang.. oya, mohon doanya juga, kami sedang ujian semester, semoga Jefri, Arie, Faisal, dan teman-teman semua bisa mendapat hasil yang baik.. aamiin..
      Terima kasih banyak sudah singgah ke Sosial Berkarya..

      Suka

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: