Stop Press!! Kunjungan ‘Mr. Japan’ ke SMART Ekselensia Indonesia : “We Learn Less about Our History”


Wah, alhamdulillah.. waktu kami sedang belajar Ideologi (salah satunya Kaisar Hirohito dari Jepang), eh.. tak dinyana kelas kami kedatangan tamu dari Jepang..🙂

===

Saat penghuni kelas sibuk menyelidik dan berdiskusi (mencari tahu dan bertanya) untuk mengisi latihan soal ideologi dunia (komunisme, kapitalisme, fasisme, Pancasila, liberalisme)

berikut ini, lembar kerjanya: (alhamdulillah.. akhirnya berhasil juga upload lembar kerja-nya..)

Isi kotak yang kosong, yaa...

Ini yang bagian ke-2 nya:

Ideologi Dunia – Tentukan positif/negatif dan ideologi yang terkait!
1. (  ) Menghapus hak milik pribadi dan alat-alat produksi _________________
2. (  ) membuat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin _____________________
3. (  ) mengembangkan kreativitas dan peluang usaha _____________
4. (  ) tidak mengakui adanya agama ________________
5. (  ) ekonomi berdasarkan mekanisme pasar ___________________
6. (  ) peran pemerintah dalam ekonomi relatif kecil __________
7. (  ) memiliki sistem 1 partai ________________
8. (  ) sistem pemerintahan tertutup (tidak demokratis) ____________
9. (  ) demokratis ___________________
10. (  ) menginginkan pemerataan kesejahteraan rakyat _____________
11. (  ) menganggap rendah ras selainnya
12. (  ) berseberangan dengan kapitalisme&liberalisme______________
13. (  ) penghapusan kelas sosial _________________________
14. (  ) mencapai tujuan dengan kekerasan _______________________
15. (  ) berambisi untuk menguasai wilayah/negara lain_____________
16. (  ) berdasar pada kecintaan yang berlebihan pada negara/bangsanya __________________
17. (  ) menghapuskan kelas-kelas sosial ________________________
18. (  ) menganut/terinsprasi teori evolusi Darwin _________________
19. (  ) menyatakan berpihak pada kaum buruh dan petani __________
20. (  ) menekankan pada kebebasan dalam berbagai bidang (politik, sosial budaya, ekonomi, dll) ___________________________

Pancasila
1. Pancasila berasal dari adat istiadat dan nilai-nilai yang telah ada di masyarakat (_______________________)
2. Proses merubah status dari konsep menjadi dasar negara yang resmi (___________________________)
3. Cita-cita tokoh bangsa menjadikan Pancasila menjadi dasar negara (_________________________)
4. Hari Kesaktian Pancasila (________________________)
5. Tokoh yang mengusulkan konsep Pancasila (______________, _____________________, ______________________)
6. Konsep (Rumusan) awal Pancasila (_____________________)
7. Pengesahan Pancasila (waktu/Pelaksana) (___________________/__________)

===

Tertarik dengan keberadaan tamu dari Jepang -yang tingginya sekitar 180 cm- ini dan didampingi Ibu Direktur dan Kepala Sekolah plus rekan-rekan Dompet Dhuafa- ini, saya bertanya: “Are Japanese accept that the world say that they’re fascists?”  (Apakah orang-orang Jepang menerima kalau dikatakan sebagai bangsa yang dianggap fasis (pernah menganut ideologi fasisme)?

Selain itu kami juga bertanya tentang kaisar Jepang, Hirohito.

Jawaban tamu kami ini agak mengejutkan bagi saya (well, at that time, I do really expect that he could tell us what do Japanese people feel about their history).

Beliau (lebih kurang) menjawab begiinii…i:

“We don’t learn much about our history in the pass one hundred years. We also don’t know much about Japanese Emperor. In school, we learn less about our history”

Nah, saya jadi ingin tanya lagi d:

“So what do Japanese learn (much) in school? Is it technology?”

What do you think of his answer??

Ya, beliau jawab: MATH and technology.

Spontan saya tanya siswa-siswa saya, “Who loves MATH??”

n most of them raise their -right- hand🙂. “Yap, they love math”, I said to him.

Intermezo:

Suatu ketika, siswa saya ada yang ingat kalau temannya suka hal-hal ber’bau’ Jepang, ingin ke Jepang, kuliah di sana, plus sudah belajar (otodidak) bahasa Jepang (alias bisa sedikit-sedikit, gtu..)

Ketika Ustzh. Latifah mendengar celetukan itu, langsung saja beliau merespon dengan bertanya, “Siapa yang bisa bahasa Jepang?”

Wah, saya juga jadi ikut antusias. Saat itu saya langsung ingat siswa cerdas saya, Muhammad Wahyudin Nur dari Karawang.

Saya dan Ibu Direktur SMART Ekselensia Indonesia kami, mengajak Yudi (naa panggilannya) untuk berbincang sebentar dengan ‘Sang Mister’.

Wah, ternyata Mr. Yudi ini ‘belum bersedia’ (we could saw his blushing face that time).

Ustzh. Latifah said, “O, he’s blushing!! = he is shy :)”

Duh… padahal teman-teman kelas VIIA juga ikut dukung lo, Yudi..🙂

===

S’mangat yaa..!!

Mudah-mudahan bisa kita temui kabar -di suatu hari nanti- bahwa salah satu/beberapa siswa SMART Ekselensia Indonesia mendapat kesempatan untuk belajar ke negeri Matahari Terbit itu, yaa.. aamiin..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: